Lebaran Mengesankan Masa Pandemi


Lebaran Mengesankan Masa Pandemi

Gambar Pelaksanaan Salat Ied tahun 2019)

Wonogiri, Kamis (28/5) Idul Fitri Tahun 2020 mungkin berkesan bagi seluruh umat Islam di seluruh dunia. Umat Islam menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan hari raya Idul Fitri berdampingan dengan virus Covid-19 yang merebak ke berbagai penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia. Akibatnya umat muslim di Indonesia tidak dapat menjalankan berbagai tradisi seperti salat Ied serentak di lapangan terbuka, mudik, tradisi sungkem pada sanak saudara dan lain-lain.

Hal tersebut sesuai dengan anjuran pemerintah untuk tetap melaksanakan social distancing dan physical distancing sebagai upaya pencegahan penularan virus Covid-19. Persebaran virus Covid-19 di Indonesia bisa terbilang sangat pesat mengingat jumlah pasien terinfeksi yang terus meningkat setiap harinya. Meskipun demikian, antusias umat Islam dalam menyambut hari raya Idul Fitri tidak berkurang, masyarakat menyambutnya dengan penuh suka cita seperti dengan hari raya sebelumnya.

Seperti halnya di Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri masyarakat masih melakukan malam takbiran di Masjid Al-Barokah sebagai wujud suka cita dalam menyambut hari kemenangan, hal tersebut juga dilakukan pada tahun sebelumnya. Namun, yang membuat berbeda adalah hanya sedikit jamaah yang hadir. Selain melaksanakan malam takbiran, warga Desa Setren juga melaksanakan salat Ied dilapangan. Dalam pelaksanaannya jamaah salat Ied diwajibkan untuk menggunakan masker dan disemprot menggunakan hand sanitaizer sebelum memasuki lapangan.

Sebelum melaksanakan salat, panitia membacakan beberapa peraturan yang harus dilakukan jamaah ketika hendak salat seperti dilarang untuk mengambil foto di area lapangan, mencuci tangan atau menggunakan hand sanitaizer sebelum memasuki area lapangan, mencopot masker pada saat pelaksanaan salat, dan dilarang untuk berjabat tangan setelah melaksanakan salat. Beberapa peraturan tersebut dibuat guna mencegah berita-berita yang kurang mengenakkan sesudah pelaksanaan salat dan sesuai dengan protokol kesehatan.

Selain pelaksanaan salat dan takbiran, tradisi sungkem juga ditiadakan. Warga Desa Setren memilih tetap tinggal dirumah dan saling memaafkan dengan anggota keluarga yang di dalam rumah saja. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang memilih untuk tidur pada hari raya. Tahun-tahun sebelumnya masyarakat memilih untuk liburan ketempat wisata untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Berbeda dengan hari raya pada masa pandemi, selain tempat wisata banyak yang ditutup, ekonomi masyarakat juga tidak mendukung apabila digunakan untuk bertamasya. Masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi, masyarakat beralih menjadi pedagang online demi menyambung kebutuhan hidup.

Virus Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa, baik dari segi ekonomi, sosial, budaya, wisata dan lain-lain. Meskipun wacana new normal mulai di terapkan di Indonesia, tidak banyak merubah kehidupan masyarakat. Masyarakat masih tetap waspada dan senantiasa menjaga kesehatan. Hari raya biasanya digunakan sebagai ajang merekatkan tali silaturahmi antar umat Islam menjadi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal ini juga dapat menjadi pelajaran bagi umat Islam sendiri.

Komentar