BANYAK TUGAS MEMBUAT SISWA STRES,
DAMPAK PEMEBELAJARAN DARING?
Adanya
pandemi Covid-19 mengharuskan para siswa untuk belajar dirumah. Salah satu
alternatif yang digunakan dalam pembelajaran ini yaitu pembelajaran secara
daring melalui gawai atau smartphone
masing-masing siswa. Penggunaan pembelajaran daring ini nampaknya hanya membuat
guru mengalihkan pembelajaran kepada tugas-tugas. Padahal seharusnya materi
pembelajaran harus tetap disampaikan sesuai tujuan pembelajaran yang
dilaksanakan disekolah.
Pemberian
tugas dilakukan hampir pada seluruh mata pelajaran. Hal ini tentu membuat siswa
merasa tertekan dan stress. Bukan hanya itu kepercayaan siswa terhadap guru dan
kemampuan diri sendiri juga akan berkurang. Sesuai dengan penuturan Sari (15) mengatakan
bahwa “guru hanya menyuruh siswa mengerjakan tugas, tapi belum tentu dinilai”.
Kesehatan
mental juga perlu menjadi perhatian di era global seperti sekarang ini,
ditambah dengan adanya pandemi yang mengharuskan segala aktivitas dilaksanakan
via daring dapat membuat penurunan kesehatan mental. Dampak yang dapat langsung
dirasakan akibat pembelajaran daring yakni kurangnya konsentrasi, kurangnya
aktivitas sosial siswa, kurangnya motivasi siswa dalam belajar, insomnia,
depresi.
Menurut
Wiwik (47) guru SMA N 1 Jatisrono mengemukakan “pembelajaran didalam kelas jauh
lebih efektif, daripada pembelajaran melalui sistem daring. Siswa dapat
berinteraksi dengan teman yang lain dalam menyelesaikan suatu permasalahan atau
ilmu pengetahuan. Sehingga siswa tidak merasa cemas, tertekan, dan depresi
ketika menerima pelajaran karena beban yang ia pikul dalam fikirannya lebih
ringan ketika dibagi dengan teman lain maupun dengan guru jika ada materi yang
kurang dimengerti”.
Banyaknya
tugas yang diberikan oleh guru juga dapat memberikan dampak gangguan tidur atau
insomnia pada siswa. Insomnia atau lebih sering disebut dengan begadang ini
sering terjadi pada siswa. Bukan hanya ketika pembelajaran daring tetapi
sebelum adanya pembelajaran daring pun siswa sering mengalami hal tersebut.
Insomnia bisa disebabkan oleh faktor yang berasal dari dalam diri maupun dari
lingkungan, tetapi keduanya dapat berpengaruh pada pola pikir atau mental
seseorang yang juga mempengaruhi pola tidur seseorang. Pola tidur yang salah
akan membuat sistem kerja tubuh menjadi lemah dan kemampuan otak menurun
sehingga pembelajaran yang diterima siswa menjadi tidak maksimal.
Komentar
Posting Komentar