Banyak Tugas Membuat Siswa Stres, Dampak Pembelajaran Daring?


BANYAK TUGAS MEMBUAT SISWA STRES,
DAMPAK PEMEBELAJARAN DARING?



Wonogiri- Pembelajaran yang dilakukan secara daring sangat berdampak pada kesehatan mental siswa. Hal ini sesuai dengan penuturan Adi (16) sebagai salah satu siswa SMA di Wonogiri yang mengatakan “Pembelajaran daring membuat saya lebih tertekan, guru seharusnya memberikan kami materi pembelajaran bukan hanya berupa tugas”, Kamis (09/07).

Adanya pandemi Covid-19 mengharuskan para siswa untuk belajar dirumah. Salah satu alternatif yang digunakan dalam pembelajaran ini yaitu pembelajaran secara daring melalui gawai atau smartphone masing-masing siswa. Penggunaan pembelajaran daring ini nampaknya hanya membuat guru mengalihkan pembelajaran kepada tugas-tugas. Padahal seharusnya materi pembelajaran harus tetap disampaikan sesuai tujuan pembelajaran yang dilaksanakan disekolah.

Pemberian tugas dilakukan hampir pada seluruh mata pelajaran. Hal ini tentu membuat siswa merasa tertekan dan stress. Bukan hanya itu kepercayaan siswa terhadap guru dan kemampuan diri sendiri juga akan berkurang. Sesuai dengan penuturan Sari (15) mengatakan bahwa “guru hanya menyuruh siswa mengerjakan tugas, tapi belum tentu dinilai”.


Kesehatan mental juga perlu menjadi perhatian di era global seperti sekarang ini, ditambah dengan adanya pandemi yang mengharuskan segala aktivitas dilaksanakan via daring dapat membuat penurunan kesehatan mental. Dampak yang dapat langsung dirasakan akibat pembelajaran daring yakni kurangnya konsentrasi, kurangnya aktivitas sosial siswa, kurangnya motivasi siswa dalam belajar, insomnia, depresi. 

Menurut Wiwik (47) guru SMA N 1 Jatisrono mengemukakan “pembelajaran didalam kelas jauh lebih efektif, daripada pembelajaran melalui sistem daring. Siswa dapat berinteraksi dengan teman yang lain dalam menyelesaikan suatu permasalahan atau ilmu pengetahuan. Sehingga siswa tidak merasa cemas, tertekan, dan depresi ketika menerima pelajaran karena beban yang ia pikul dalam fikirannya lebih ringan ketika dibagi dengan teman lain maupun dengan guru jika ada materi yang kurang dimengerti”.

Banyaknya tugas yang diberikan oleh guru juga dapat memberikan dampak gangguan tidur atau insomnia pada siswa. Insomnia atau lebih sering disebut dengan begadang ini sering terjadi pada siswa. Bukan hanya ketika pembelajaran daring tetapi sebelum adanya pembelajaran daring pun siswa sering mengalami hal tersebut. Insomnia bisa disebabkan oleh faktor yang berasal dari dalam diri maupun dari lingkungan, tetapi keduanya dapat berpengaruh pada pola pikir atau mental seseorang yang juga mempengaruhi pola tidur seseorang. Pola tidur yang salah akan membuat sistem kerja tubuh menjadi lemah dan kemampuan otak menurun sehingga pembelajaran yang diterima siswa menjadi tidak maksimal.




Komentar